Selasa, 21 Mei 2024

Coldplay, Adventure of A Lifetime

Siapa sih yang ga tau band asal Inggris ini? tur konser mereka dinantikan, dimanapun! Begitu juga di Indonesia. Apalagi di Indonesia cuma kebagian satu hari aja. Bisa dipastikan war tiketnya gila-gilaan. Beda dengan Singapura, awalnya kebagian 4 hari eh ada 2 additional day lagi, jadi total 6 hari. 


Lihat harganya !

Karena banyaknya peminat, pas hari H tiketingpun aku ga kebagian. Yasudah, belum rejeki kali, ya. Karena memang antrian di webnya pun panjang banget. Pas ticketing Singapura lagi - lagi cari peruntungan, siapa tau jodohnya bukan di Jakarta.




Ternyata, memang rejekinya di Singapura, deh. Dapat yang paling murah dan hari terakhir pula 😂. Tapi, gapapa ya. Kalaupun nanti Chris Martin udah serak suaranya, kita bisa karaokean bareng di stadion. 
Hari konser tiba, kebetulan aku berangkat dari Jogja ke Singapura di hari konser. Kurang lebih jam 1 siang waktu Singapura, aku sampai di Changi. Setelah check in hotel di Bugis, lanjut jalan - jalan sebentar ke Orchard cari uncle-uncle es krim, karena emang pengen banget beli. Baru, deh berangkat ke stadion. Oiya, sekedar tambahan, ni, public trasnport di sana kan sudah bagus, jadi kemanapun ga perlu khawatir. Naik saja bus kota atau MRT. Yang takut nyasar, siapkan saja aplikasi city mapper, pakai google maps pun bisa. Bayarnya bagaimana? Pakai saja ezlink, kalaupun tidak ada waktu membeli ezlink, bisa kok pakai kartu debit dari bank dalam negeri yang bisa dipakai di luar negeri. Aku sendiri pakai BCA, teman ada yang pakai Mandiri juga. Jadi, tidak usah khawatir ya.

Sampai di National Stadium kira - kira jam 18.30 langsung masuk ke lokasi, senengnya dari awal kita tau kalau di sana ada banyak water refill station, jadi tinggal bawa aja botol kosong, di dalam bisa diisi unlimited. Dari pada beli, 1 botol air mineral kira - kira 2 atau 3 SGD ( 1 SGD kurang lebih 10.000).
Begitu masuk ke stadion, kita masih kebagian penampilan Jinan Laetita ( artis Indonesia yang jadi opening act Coldplay di Singapura ) juga Rriley, penyanyi asli Singapura. Di 2 sudut stadion terdapat juga sepeda dan lantai kinetik yang menghasilkan listrik untuk mengurangi karbon selama konser. Siapapun boleh gantian menaikinya. 


Konser berlangsung asyik, meskipun suara agak berbeda ya kalau ada di dalam stadion tertutup. Apalagi ketika waktunya kembang api, hanya berupa permainan lampu di atap stadion 😅, sangat berbeda jika menggunakan kembang api asli seperti di Jakarta.

Oiya, satu lagi. Awalnya, pas tiap liat ada planet-planet di tiap konser Coldplay, aku kira bakalan diikat di atas. Tapi, ternyata tidak ya. Jadi, planet-planet itu ada tali panjang yang diikat di tubuh orang. Nah, mereka ni, bakalan jalan - jalan di sekitar venue. Terutama di festival.


Salah satu yang aku suka ketika nonton konser di sini adalah, stadion ini dekat dengan MRT. Jadi, begitu pulang kita bisa langsung naik transportasi umum. Yang paling keren, sekian ribu manusia diangkut oleh MRT, tapi di dalam MRT sendiri ga ada yang namanya desak-desakan!

Pokoknya, liat konser kali ini ga ada nyeselnya, deh! 












Minggu, 11 Juni 2023

Journey To The West(life)



Wait, jangan salah paham dulu ya, ini bukan tentang Sun Go Kong yang menemani Biksu Tong Sam Chong pergi ke arah barat mencari kitab suci. Ini beda lagi, ini tentang Westlife. Yups, generasi 90an umumnya para wanita/gadis pasti tidak asing dengan nama Westlife. Boyband asal Irlandia yang muncul pertama kali dengan single "Swear It Again" pada bulan 1999. Boyband yang di awal kemunculannya digawangi oleh 5 orang yakni Shane Filan, Mark Feehily, Nicky Byrne, Kian Egan, dan juga Brian Mcfadden. Yang kemudian pada tahun 2004, Brian keluar dari Westlife dan memilih untuk bersolo karier. Westlife akhirnya memutuskan untuk bubar pada tahun 2012, dan menggelar konser konser yang terakhir kalinya bertajuk farewell tour. Sebagai seorang Westlifer, tentu saja hal ini juga membuat saya sedih. Bagaimanapun, saya termasuk yang mengikuti perjalan karier mereka sejak awal kemunculan mereka.

 


Namun kemudian di tahun 2019 kemarin, mereka mengeluarkan berita yang cukup membuat kami, para fans nya terkejut. Ketika mereka memutuskan untuk kembali reuni, untuk menandai debut 20 tahun mereka. Kemudian single Hello My Love pun keluar. Senang? sangat. Kembalinya mereka berempat, membuat kami, para fans nya menyambut mereka dengan antusias. Apalagi ketika mereka mengumumkan world tour setelah rangkaian tour di Britania Raya. Apalagi Indonesia termasuk dalam daftar konser mereka. Dari jauh - jauh hari sudah memutuskan untuk datang ke konser mereka. 20 tahun menjadi fans mereka tentu saja hal ini tidak ingin saya lewatkan.

 


Full Color Party yang ditunjuk sebagai promotor di Indonesia pun, merilis berita pada tanggal 27 Maret 2019, bahwa Westlife akan menggelar konser yang bertajuk "The Twenty" di Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2019, dan ticketing di buka tanggal 28 Maret 2019, melalui tiket.com untuk pembelian secara online juga di Full Color Mall Taman Anggrek serta Indomaret untuk yang offline. Ticketing dibuka pukul 11.59 WIB. Untuk ticketing kali ini, saya memutuskan untuk mencoba war sendiri. Awlanya berpikir bahwa ini bukan konser Boyband Korea, yang ticketingnya gila - gilaan.





Di tanggal 28 Maret, sebelum pukul 11.59 WIB, saya sudah siap di depan komputer dengan sinyal yang cukup lumayan. Teman di Surabaya pun ikut bantu war sudah siap di depan layar. Namun, ketika jam ticketing, web seperti tidak mau diajak bekerja sama. Tinggal pembayaran, namun pada akhirnya... zonk!!! Berulang kali refresh namun gagal. Kemudian menyadari bahwa fans nya Westlife masih banyak, jadi wajar jika ticketing nya sama gilanya dengan konser Boyband KPop. Tak dapat online, kemudian memutuskan untuk mencoba peruntungan pembelian secara offline, karena di tempat saya tidak ada Indomaret, maka saya harus pergi ke kecamatan sebelah. Siang hari, cuaca mendung, tapi tetap nekat. Masa iya sih, 20 tahun nge-fans, dan ini ada kesempatan emas, saya tidak bisa datang ke konser??? Sedih.


Sampai di indomaret langsung ke kasir meminta tolong mba kasir untuk transaksi tiket, awalnya lega ketika mba nya bilang "tiket masih ada", Sip, pilihlah diamond. Namun lagi lagi ketika tinggal pembayaran, gagal. Di coba diulangi lagi, gagal lagi berkali kali. Akhirnya karena antrian di kasir masih banyak, saya harus mengalah, pulang, sedih tidak dapat tiket. Masa iya saya harus ke Singapura??? butuh biaya yang lebih banyak dong.
Seolah semesta ikut sedih, pulang pun langit mulai gerimis padahal lupa tidak baya jas hujan. Parahnya lagi, asam lambung ikut - ikutan naik.
Sampai rumah, seperti bingung, harus bagaimana. Akhirnya iseng iseng buka instagram siapa tahu masih ada yang pegang tiket sisa. And..... Finally, seperti jodoh, teman yang biasa buka jasa tiket, masih memiliki sisa tiket. Meskipun tiketnya tidak seperti yang saya inginkan. Awalnya mengincar tiket Diamond, namun yang tersisa tinggal Silver. Mikir dulu sebelum beli, konsultasi juga dengan teman yang sama - sama akan menonton konser. Setelah diskusi, akhirnya, oke beli tiket konser yang Silver. Dari pada tidak menonton sama sekali.



Namun, beberapa hari kemudian, Full Color menginfokan bahwa, tanggal konser di Jakarta ditambah hari, tanggal 6 Desember karena antusiasme penonton. What the .... !!!! Tahu seperti ini, tidak perlu repot sampai kena hujan, asam lambung naik.....Meski pada akhirnya, banyak yang tidak puas dengan keputusan Full Color, karena extend konsernya malah sebelum jadwal utama. Oke, sabar. Sudah takdir...

Yang membuat galau lagi, ketika pada akhirnya, konser Westlife tidak cuma di Jakarta, namun ditambah di Palembang, Magelang, juga Semarang. Ya Tuhaannnnnn.... gini amat yaaaaa.
Ditawarilah oleh teman yang buka jasa beli tiket, untuk menonton konser di Borobudur, Magelang. Setelah hitung - hitung dana dan jarak, akhirnya kembali memutuskan untuk pindah ke Borobudur, ambil Platinum. Setelah yakin dapat, barulah tiket di Jakarta dilepas.



Gelombang protes datang ketika, konser Westlife di Jakarta tidak memuaskan, tata panggung dan kursi yang sama sekali tidak mendukung penonton di zona-
zona tertentu, bahkan termasuk zona Diamond yang paling mahal. Belum lagi panitia yang sepertinya kurang siap. Pada saat itu seperti merasa beruntung, karena yang memegang Borobudur adalah Rajawali yang sudah sering menangani konser besar semacam Prambanan Jazz.


 

Tanggal 31 Agustus 2019, untuk pertama kalinya datang ke konser Westlife di Borobudur, setelah 20 tahun menjadi fans setia. Menikmati konser di ruangan terbuka, meski sempat terjadi hal yang kurang menyenangkan ketika open gate, karena tiba tiba row antrian dipindah. Oh ya, sempat agak sedikit kesal ketika sinyal di Borobudur agak susah, jadi sedikit kesusahan ketika memesan GoJek agar bisa kembali ke hotel. Namun, secara keseluruhan, saya merasa puas. Melihat ke 4 pria Irlandia yang sekian lama hanya bisa saya lihat di layar kaca. Juga dapat kenalan baru yang sampai sekarang masih komunikasi via media sosial.

 




Dear Westlife, see you at the next concert